Internet Part 1 : Perbedaan Bit dan Byte. Contention Ratio bikin internet lelet!

Kenapa internet anda lelet? Perbedaan bit dan byte, juga adanya Contention Ratio.
Posted on 11 August 2016

Seberapa cepat sih SEBENARNYA 1 Mbps untuk digunakan download? Rahasia inilah yang penting untuk diketahui oleh semua pengguna internet, namun malah sarat informasi yang lengkap dan akurat. Banyak orang yang berasumsi bahwa hal-hal ini disembunyikan karena berhubungan dengan marketing dan pencitraan. Namun apakah benar begitu? Perhatikan gambar dibawah.


Provider janji palsu internet lelet

Kejadian yang banyak ditemui di rumah.


Mungkin anda pernah kesel kenapa ISP (internet service provider) tempat anda langganan internet kok ngga ngasih kecepatan sesuai janji sama seperti di brosur. Pasti lebih lelet aslinya. Misalnya di brosur tulisannya download up to 100 Mbps, kenapa kok ternyata pas download cuma 1.7 MB/detik. Kan jauh banget.


Nah inilah yang saya ingin saya beritahu kepada anda. Bahwa sebenarnya brosur tersebut tidak berbohong, brosur tersebut hanya tidak menjelaskan informasi tersebut secara detail. Leletnya internet tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yang umumnya tidak diketahui sama sekali oleh pelanggan dan biasanya informasi ini tidak dijelaskan secara “gamblang” oleh internet provider. Ada tiga faktor utama penyebab internet anda lelet tidak sesuai harapan, yaitu :


1. Adanya perbedaan Mbps vs MBps atau Bit dan Byte

2. Adanya penggabungan penulisan nilai Download dan Upload

3. Adanya Contention Ratio (rasio bandwidth terhadap user)


Ketiga hal ini sangat penting untuk dimengerti, biar anda bisa mengira-ngira berapa kecepatan yang anda peroleh. Jadi anda bisa memilih paket internet yang sesuai dengan kebutuhan. Sebelum anda baca lebih lanjut, saya kasih tau aja artikel ini mungkin akan sangat panjang dan melelahkan. Tapi akan membuka mata anda. Oke? Baik, yuk langsung kita mulai aja.


Perbedaan Mbps dan MBps or Bit dan Byte


Asumsi bahwa kecepatan dengan 1 Mbps berarti anda bisa mendownload lagu sebesar 1 MB dalam 1 detik itu salah besar, sualah tuotal. Jadi buang jauh jauh asumsi tersebut mulai detik ini, dan jangan pernah diingat-ingat lagi.  What? Lah kok gitu?!


Bit vs Byte

Bit is smaller than Byte


Simplenya ada perbedaan antara Mbps (Mb/s) dan MBps (MB/s).  Mbps dan MBps adalah dua binatang yang mirip tapi berbeda besarnya, persis seperti kucing dan macan! Terdapat dua perbedaan utama, yaitu :

1. Perbedaannya pertama adalah dari besar penulisan hurufnya. Gampang kan?  Huruf “B” yang tertera aja udah beda . Yang menggunakan “b” kecil adalah Megabit, sedangkan yang menggunakan “B” besar adalah Megabyte. Yes! Bit & Byte itu berbeda.


Hah? Emang beda ya? Ya jelas beda. Justru penulisan b dan B itu untuk membedakan antara Bit dan Byte. Bit dan Byte nama dan cara bacanya aja yang mirip. Tapi kalo keliru, bisa terjerumus dan marah marah sendiri nanti. Hehehe. Yaudah, jadi bedanya apa?? Nah masuk ke poin kedua.


2. Kedua, dan yang paling penting! Adalah perbedaan besar nilainya. Bit (binary digit) adalah satuan terkecil, paling kecil, dalam dunia komputasi digital dan penyimpanan data. Sedangkan Byte adalah kumpulan dari beberapa Bit, lebih tepatnya terdiri dari 8 Bit. Keduanya sama-sama satuan  kapasitas penyimpanan data, tapi Byte lebih besar dari bit.  Coba dipahami dulu... Sudah? Maka kesimpulannya adalah sebagai berikut :


1 Byte = 8 Bit

1 Megabyte (MB) = 8 Megabit (Mb)


Bila ditambahkan satuan waktu, maka menjadi Megabit per second (Mbps or Mb/s) dan Megabyte per second (MBps or MB/s). Maka satuan kapasitas penyimpanan data tersebut berubah menjadi kecepatan transfer data. Namun, pada prinsipnya ya sama saja :


8 Megabit persecond (Mbps) = 1 Megabyte persecond (MB/s atau MBps)

*Selalu perhatikan perbedaan penulisan huruf “B” pada singkatan masing-masing variabel untuk membedakan satu sama lain.


Sehingga untuk mendownload file sebesar 1 MB dalam satu detik,dibutuhkan 8 Mbps! Bukan 1 Mbps ya… tapi 8 Mbps!


Kalau anda masih bingung gampang aja. Dibagi 8!

(Mbps/8) = MB/s


Perbedaan Bit dan Byte

8 Bits = 1 Byte


Setiap anda liat speed internet yang ditawarkan oleh ISP, contohnya 7.2 Mbps download speed, speed itu anda bagi aja sama 8. Hasilnya adalah 0.9 MB/s atau 900 KB/s. Coba dilihat simulasi case-case lainnya.


1 Mbps= 0.125 MB/s = 125 KB/sec

30 Mbps = 3.75 MB/s

100 Mbps = 12.5 MB/s

Atau gunakan Google’s megabyte megabit converter untuk coba-coba sendiri


Singkat cerita, bila anda melihat kecepatan internet dalam Mbps, itu bukan kecepatan download yang mungkin anda bayangkan dalam benak anda. Dibagi 8 dulu, hasilnya adalah kecepatan download MAKSIMAL anda. Tapi tunggu dulu, rahasianya belum selesai lho! Anda baru mendapatkan angka download maksimal anda yang mungkin jarang anda jangkau setiap hari. Makanya, lanjutin dulu!


Adanya Penggabungan Penulisan Nilai Download dan Upload


Perlu anda ketahui juga, bahwa kalau ISP tidak memberitahu alokasi bandwidth download berapa dan bandwidth upload berapa (misalnya 7.2 Mbps download 2.8 Mbps Upload), maka bandwidth yang ada di brosur itu adalah gabungan antara download dan upload.


Contohnya hanya diberitahu kecepatan 100 Mbps, ini merupakan kecepatan gabungan download dan upload! Sehingga download anda mungkin 72 Mbps dan upload 28 Mbps atau mungkin kombinasi lain tergantung keputusan ISP. Jadi, 100 Mbps bukan download aja. Kemungkinan besar anda harus bertanya kepada ISP bagaimana alokasi bandwidth download dan uploadnya. Liat gambar dibawah untuk contoh kasusnya.


Provider Internet Menggabung Download dan Upload

10 Mbps total bandwidth


Seperti gambar diatas, tidak diberitahu jumlah bandwidth download dan upload. Maka besar kemungkinan bahwa kecepatan tersebut adalah gabungan download dan upload. Namun pada beberapa provider, juga sering ditemui mereka hanya mencantumkan download saja. Lanjut ke rahasia berikutnya.


Contention Ratio


Selama ini anda mungkin masih mengira bahwa contention ratio anda adalah 1:1, nope. Oke, mungkin anda ngga pernah denger istilah ini sama sekali. Jadi apa itu contention ratio? Contention ratio adalah istilah yang menggambarkan jumlah pelanggan yang berbagi satu pipa atau bandwidth (Baca juga apa itu bandwidth?). Contohnya: contention ratio 1:4,  berarti bandwidth anda sharing dengan 4 pelanggan lain. Sehingga:

contention ratio 1:10  = 1 bandwidth dishare oleh 10 user

contention ratio 1:20 = 1 bandwidth dishare oleh 20 user


Jadi, semakin kecil contention ratio semakin cepat internet anda. Ibaratnya seperti ini, bandwidth adalah besar jalanan yang dapat dilalui mobil. Sedangkan data adalah mobil yang lalu lalang di jalanan itu. Saat banyak mobil yang lalu lalang di jalanan, lalu lintas jadi pelan kan? Terutama jika jalanannya itu sempit, macet. Sedangkan bila hanya mobil anda yang ada dijalan, pasti anda bisa ngebut banget.


bandwidth penuh

Bandwidth penuh sama dengan jalan macet, pelan.


Misalnya, alokasi bandwidth anda untuk download tertulis di brosur adalah 7.2 Mbps dengan contention ratio 1:4. Berarti ketika keempat pelanggan sama-sama menggunakan bandwidth secara maksimal (e.g download film pake torrent, upload video ke Youtube, Etc.) secara teori kecepatan internet anda akan dibagi 4. Kenapa? karena keempat pelanggan ini berebutan bandwidth. Karena contention rationya 1:4, maka kecepatan anda akan menjadi 1.8 Mbps (7.2 Mbps : 4 user). Jadinya lelet deh.


Pasti anda pernah denger dong kata-kata “up to” yang diselipkan sebelum nilai kecepatan internet anda. Contohnya : Up to 7.2 Mbps. Nah ini menunjukan bahwa kecepatan tersebut adalah kecepatan maksimal yang BISA anda peroleh saat pelanggan-pelanggan lain sedang tidak memakai internet mereka. Tapi kapan anda bisa mencapai kecepatan internet maksimum tersebut?


Anda harus perhatikan, pada jam berapa biasanya anda menggunakan internet dan lelet. Pada jam berapa anda menggunakan internet dan lumayan cepat. Sehingga anda tau kapan anda bisa internetan dengan nyaman dan kencang.


“Brarti saya ngga bisa dapet download full speed seperti di brosur dong?” Hmm, tunggu dulu.. Bisa kok, tapi tidak selalu! Inilah kelemahannya utamanya.


Kecepatan anda bisa optimum hanya saat pengguna lain menggunakan internet untuk sosial media, baca-baca artikel online, kirim email atau bahkan tidak terpakai karena sedang ngetik kerjaan.  


Oleh karena itu, paket internet dengan contention ratio yang rendah pasti lebih mahal. Namun sayang sekali, karena pada umumnya contention ratio ini tidak diberitahukan sama sekali oleh ISP.  Anda tidak diberikan pilihan memilih contention rate anda sendiri. Menurut anda, apakah seharusnya contention rate diberitahukan kepada seluruh pelanggan?


Complain ke Internet service provider ISP

Rajin-rajin complain


Kesimpulannya gimana?


Pertama-tama selalu convert Megabit ke Megabyte, begitu juga dengan Kilobit, bit, dan lain-lain. Agar anda bisa tau ketika download sebuah file, atau streaming Youtube nanti kecepatan maksimum anda berapa. Lalu untuk kecepatan terendah, gabungin dengan teori contention ratio dengan asumsi 1:20, 1:50 atau 1:100. Hitung masing-masing kecepatan terendah. Lalu bandingkan dengan rata-rata kecepatan anda selama sebulan.


Jika anda hitung dari awal, misalkan ; Download up to 7.2 Mbps dengan asumsi contention rate 1:20. Maka kecepatan maksimum anda adalah 900 KB/s ketika download. Kecepatan minimum anda saat semua user menggunakan internet untuk aktivitas yang sangat berat, adalah 45 KB/s. Karena dibagi 20 orang.


Asalkan kecepatan internet anda berkisar antara 45 – 900 KB/s, sebenarnya internet anda normal. Misalkan contention rationya 1:50, tinggal 900 KB/s dibagi 50 jadi 18 KB/s kecepatan terendahnya. Lelet banget ya? Tapi dengan contention ratio yang tinggi, anda jarang bisa menyentuh kecepatan teratas atau terendah. Ingat bahwa:


1. Pelanggan tidak selalu menggunakan internet secara bersamaan. Ini menyebabkan adanya variasi kecepatan internet setiap saat. Di waktu-waktu tertentu bisa lebih cepat, di waktu lain bisa lebih lambat karena adanya fluktuasi penggunaan bandwidth.


Walaupun semua pelanggan menggunakan internet secara bersamaan, tergantung dari penggunaan internet tersebut untuk apa. Kalau hanya digunakan untuk sosial media atau membaca artikel, maka sangat sedikit pengaruhnya ke pelanggan yang lain. Sehingga secara teori, anda hampir tidak pernah mencapai kecepatan terendah, apalagi sampai dibawahnya. Bila itu terjadi, anda berhak protes ke ISP anda.


2. Anda bisa mencapai full speed (dalam contoh ini 7.2 Mbps atau 900/KB) hanya saat tidak ada yang menggunakan internet, atau walaupun banyak yang menggunakan, tapi hanya untuk aplikasi yang sangat enteng.


Kesempatan anda untuk mencapai full speed ini jauh lebih besar ketika contention rate anda kecil. Contohnya 1:1, 1:2, 1:4 contention ratio. Namun sayangnya ratio ini tidak diberitahu oleh ISP anda. Apabila dikasih tau, biasanya yang contention ratio lebih kecil harganya jauh lebih mahal dari paket yang 1:20. Jauh sekali.


qilat


Tapi jangan lupa, masih ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi kecepatan internet anda, seperti komputer anda sendiri, lokasi Wi-Fi, jenis jaringan ISP, dan lain-lain. Oke?


Baik , bagi anda yang mencapai tahap ini, saya berikan bonus jawaban pertanyaan yang banyak ditanyakan orang setelah mengerti konten diatas. Ada 2 pertanyaan yang kemungkinan muncul di benak anda.


1. Kenapa ISP ngga langsung aja menggunakan MBps dibandingkan Mbps di brosur?

2. Kenapa contention ratio itu tidak secara jelas diberitahu kepada semua pelanggan?


Alright, pertanyaan yang bagus. Yuk langsung aja kita jawab tanpa basa-basi lagi.


1. Kenapa ISP ngga langsung aja menggunakan MBps dibandingkan Mbps di brosur?

Secara marketing memang bagus untuk menampilkan suatu yang terlihat lebih besar, sehingga menimbulkan kesan wah kenceng banget. Tapi ini justru malah berimbas kepada complain customer yang tiada hentinya dan tentunya perusahaan manapun tidak mau ini terjadi. Lantas kok ngga diganti? Karena memang bukan marketing alasannya. Karena sebenernya sama aja, 1000 meter atau 1 kilometer kan sama saja?


Alasan sebenarnya, sejak sebelum adanya internet pada tahun 60an, kecepatan jaringan sudah diukur menggunakan Bit. Karena Bit merupakan satuan yang ditemukan lebih dulu pada tahun 1947. Pada tahun 70an Bit tetap digunakan karena kecepatan modem pada saat itu masih sangat pelan hanya sekitar 300 bps. Bahkan hingga tahun 90an Kecepatan modem hanya mencapai 2400 bps. Sudah dari dulu memang satuan Bit lah yang digunakan sebagai satuan transmisi data.


Hanya sekarang, internet dan kapasitas penyimpanan komputer terus berkembang pesat sehingga banyak orang yang lebih terbiasa dengan Byte dan menjadikannya standar pengukuran saat download. Tapi jawaban sebenarnya adalah tradisi. Walaupun ada beberapa alasan yang lain, namun cukup teknikal dan terlalu rumit untuk dibahas.


2. Kenapa contention ratio itu tidak secara jelas diberitahu kepada semua pelanggan?

Berdasarkan research dan interview yang saya lakukan, ada beberapa hal yang mungkin mejadi alasan utamanya, yaitu :


1. Bisa kehilangan customer yang seharusnya mudah diperoleh. Dengan informasi contention ratio, customer mungkin merasa ketidak cocokan terhadap paket yang tersedia. Contohnya paket yang tersedia hanya 30 Mbps 1:50, 30 Mbps 1:20 dan 50 Mbps 1:40. Sedangkan ada calon customer ingin paket yang 50 Mbps 1:4. Maka customer tersebut akan mencari ke tempat lain karena paket  tidak sesuai spesifikasi yang diinginkan.


Sedangkan, bila contention ratio tidak disebutkan, dan customer tesebut tidak pernah tau apa itu contention ratio (seperti umumnya sekarang ini) maka spesifikasinya jadi cocok, sehingga ISP tidak ada resiko kehilangan pelanggan.


2. Tambah rumit. Karena tentunya ISP mencoba untuk memenuhi permintaan pelanggan, maka akan dibuat paket-paket baru sesuai kemauan pelanggan. Namun karena adanya contention ratio, pembuatan paket bisa menjadi sangat banyak dan sangat rumit. Contohnya untuk 1 Mbps saja bisa ada banyak sekali 1:4, 1:8, 1:10, 1:100 atau perbandingan yang mana yang harus digunakan? Memang sulit untuk menentukan ini. Saat dihapus, semuanya menjadi lebih simple dan mudah dimengerti.


3. Kehilangan kesan “Wah cepat sekali”. Ketika menjual internet dengan download 10 Mbps 1:20. Customer meng-convert kecepatan tersebut menjadi Byte  =  1.25 MB/s. Lalu customer mungkin ingin tau juga berapa kecepatan saat jaringan sibuk, 1.25 MB/s : 20 = 0.0625 MB/s atau 62 KB/s. Lelet. ISP tidak mau ini bisa dikalkulasi oleh mayoritas pelanggannya karena mendapatkan kesan super lelet sekali. Berlawanan dengan nama-nama ISP di Indonesia yang umumnya berhubungan dengan kecepatan yang super.


Baik, saya rasa sudah lumayan panjang pembahasan kita kali ini. Semoga ilmu ini berguna bagi anda sekalian, dan kalau memang berguna, saya yakin banyak juga orang yang perlu tau tentang ini. Bagikan artikel ini kepada sesama agar ilmunya menyebar luas. Jangan lupa cek artikel kami yang lain ya! Salam.


Referensi

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Bit
  2. http://www.jendelasarjana.com/2013/09/pengertian-perbedaan-bit-dan-byte.html
  3. http://etherealmind.com/basics-difference-bandwidth-speed/
  4. http://whatis.techtarget.com/definition/bit-binary-digit
  5. https://www.lifewire.com/what-is-bandwidth-2625809
  6. https://www.uswitch.com/broadband/guides/bits_and_bytes_explained/
  7. http://www.attinternetservice.com/resources/mbps-vs-mbps/
  8. https://opensignal.com/knowledgebase/the-difference-between-megabyte-and-megabit.php
  9. http://www.choose.net/media/guide/features/broadband-speeds-explained.html
  10. https://www.reddit.com/r/explainlikeimfive/comments/1at0fr/why_do_we_measure_internet_speed_in_megabits_per/
  11. http://www.jendelasarjana.com/2013/09/pengertian-perbedaan-bit-dan-byte.html
  12. https://en.wikipedia.org/wiki/Internet#Data_transfer
  13. https://www.broadbandchoices.co.uk/ask-our-expert/what-is-contention-ratio

Bagikan ke sosial media.


Related Articles


Ok banget info nya, thx qilat

Kirim komentar: