Tugas Pelaksana Proyek

Tugas Pelaksana Proyek : Peran Penting Keberhasilan Proyek

Qilat.id – Tugas Pelaksana Proyek : Peran Penting Keberhasilan Proyek. Tugas pelaksana proyek merupakan hal yang sangat penting dalam menjamin keberhasilan suatu proyek. Sebagai seorang pelaksana proyek, terdapat banyak tugas dan tanggung jawab yang harus diemban agar proyek dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Mulai dari perencanaan, pengorganisasian, hingga pelaksanaan proyek, semuanya memerlukan keahlian dan kemampuan yang baik.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai tugas-tugas pelaksana proyek yang perlu diperhatikan untuk menjamin keberhasilan proyek yang sedang dijalankan.

Apa itu Pelaksana Proyek?

UU No. 18 Tahun 1991 tentang jasa konstruksi menjelaskan bahwa pelaksana atau kontraktor dalam pelaksanaan proyek adalah penyedia jasa perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli dan profesional di bidang pelaksanaan jasa konstruksi.

Seorang pelaksana proyek harus mampu menyelenggarakan kegiatan untuk mewujudkan hasil perencanaan bentuk bangunan atau bentuk fisik lainnya dengan baik. Selain itu, pelaksana juga dapat berupa badan hukum atau penawar yang memiliki klasifikasi dan keahlian dalam pelaksanaan yang telah ditunjuk oleh pemilik atau pemimpin proyek.

Apa Saja Tugas Pelaksana Proyek?

Tugas pelaksana proyek meliputi banyak hal yang sangat penting untuk menjamin keberhasilan proyek pembangunan. Berikut ini adalah beberapa tugas yang harus dilakukan oleh pelaksana proyek:

  1. Melakukan Survey
    Tugas pertama dari pelaksana proyek adalah melakukan survey pasar mengenai potensi daya beli terhadap proyek pembangunan yang akan dikerjakan. Ini adalah alasan mengapa posisi pelaksana proyek sangat penting dalam kelancaran pengerjaan proyek. Pelaksana proyek harus mengetahui hasil survey pasar agar dapat menentukan segmentasi pasar yang tepat.
  2. Melakukan Konsultasi
    Pelaksana proyek dapat melakukan konsultasi ke instansi terkait mengenai kegunaan lokasi dalam rencana pembangunan proyek. Tidak hanya konsultasi dengan notaris saja, tetapi juga pejabat pembuat akta tanah (PPAT) dan pihak camat/lurah dalam memahami legalitas tanah untuk proyek tersebut.
  3. Mempersiapkan Dokumen
    Kelengkapan dokumen menjadi hal penting dalam persiapan pengerjaan proyek. Dokumen-dokumen ini penting dalam pengurusan legalisasi perjanjian kerja sama dengan beberapa pihak. Biasanya dibutuhkan bantuan dan koordinasi dengan notaris atau PPAT yang memang telah ditunjuk untuk urusan hukum ini.
  4. Melakukan Sosialisasi Proyek
    Tugas lainnya dari pelaksana proyek adalah melakukan sosialisasi kepada para warga di sekitar lokasi proyek. Acara sosialisasi perlu dibuat agar ada bentuk persetujuan dari warga. Jika memang ada kebutuhan untuk memberikan kompensasi terhadap warga, maka direktur operasional juga perlu turun tangan. Jangan sampai ada pihak warga yang malah kehilangan haknya karena tidak dilakukan sosialisasi proyek. Itulah mengapa tugas ini sangat penting untuk dipenuhi.
  5. Mengurus Perizinan
    Perizinan untuk proyek pembangunan menjadi suatu aspek yang wajib dipenuhi. Ada perizinan yang harus diminta ke beberapa pihak, seperti Dinas Tata Ruang, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pertanian, Dinas Pemakaman Umum, Dinas Perhubungan, serta instansi lainnya.
  6. Pengurusan perizinan didukung oleh suatu tim legal karena banyak hal yang harus dilakukan. Dengan begitu, pengurusannya menjadi lebih cepat selesai.
  7. Menyiapkan Proposal Kerja Sama
    Menjalin kerja sama dapat dilakukan kepada pihak notaris/PPAT dan perbankan. Untuk pihak notaris/PPAT, kerja sama dilakukan agar dapat mengurus legalitas lebih cepat dan mudah, seperti urusan sertifikasi lahan, akta perjanjian, dan jual beli tanah.
    Sedangkan untuk kerja sama dengan perbankan lebih berfokus kepada kebutuhan KPR dari konsumen supaya semakin mudah dalam memiliki salah satu bangunan proyek tersebut, seperti rumah atau ruko.
  8. Menyusun dan Mengajukan Anggaran
    Tugas berikutnya dari pelaksana proyek adalah menyusun dan mengajukan rencana anggaran biaya kepada pimpinan perusahaan sebelum proyek dimulai. Apabila terdapat revisi anggaran yang diperlukan, maka sebaiknya dilakukan secepatnya agar proses pembangunan proyek dapat berjalan dengan lancar.
  9. Menyiapkan Fasilitas dan Material
    Tugas dan tanggung jawab pelaksana lapangan selanjutnya adalah menyiapkan fasilitas dan material yang diperlukan selama pelaksanaan pekerjaan. Pelaksana harus dapat menyediakan material dengan spesifikasi terbaik sesuai persyaratan konstruksi.
  10. Menjaga Keselamatan Kerja
    Salah satu tugas pelaksana lapangan yang sangat penting adalah menjaga keselamatan para tenaga kerja. Pelaksana harus membuat program keselamatan dan kebersihan lingkungan proyek agar para pekerja dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik.
  11. Mencari Tenaga Kerja
    Selain menyiapkan fasilitas, peralatan, dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan, pelaksana lapangan juga memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mencari tenaga kerja yang kompeten untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan spesifikasi dan tenggat waktu yang telah disetujui sebelumnya.
  12. Melakukan Pemeliharaan
    Selama masa kontrak, pemeliharaan konstruksi menjadi tanggung jawab pelaksana proyek.
  13. Membuat Desain Spesifikasi Teknis
    Salah satu tugas pelaksana lapangan adalah membuat gambar kerja dan berkonsultasi dengan insinyur terkait spesifikasi teknis serta metode kerja yang dapat dilakukan di lapangan.
  14. Menyusun Jadwal Pekerjaan
    Pelaksana lapangan harus menyusun jadwal pekerjaan agar pelaksanaan pekerjaan tidak mengalami hambatan dan dapat menyelesaikan proyek tepat waktu.
  15. Mendampingi Pelaksanaan Pekerjaan di Lapangan
    Tugas utama pelaksana lapangan adalah mendampingi pelaksanaan pekerjaan dari awal hingga akhir. Pelaksana harus membuat rancangan, mengawasi para tenaga kerja selama melaksanakan pekerjaan masing-masing, dan membuat evaluasi secara berkala.
Baca juga:  Sifat Kimia Besi : Informasi Terlengkap

Tugas Pelaksana Proyek Jalan

Berikut ini adalah uraian tugas pelaksana pekerjaan jalan:

  • Menerapkan disiplin dalam pelaksanaan pekerjaan jalan, termasuk sistem manajemen keselamatan kerja dan kesehatan (K3) serta pengendalian lingkungan kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai bagian dari itu, pelaksana pekerjaan lapangan harus menerapkan Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi (UUJK) sesuai dengan fungsi dan perannya.
  • Menerapkan sistem manajemen keselamatan kerja dan kesehatan kerja (SMK3) untuk para pekerja sesuai dengan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
  • Menerapkan pengendalian lingkungan kerja.
  • Melakukan persiapan pelaksanaan pekerjaan jalan, antara lain:
  • Menganalisis dan mengidentifikasi gambar kerja serta metode kerja, dan memberikan penjelasan tentang hal tersebut.
  • Menerapkan koordinasi lapangan serta kebutuhan sumber daya.
  • Menyiapkan persiapan pelaksanaan pekerjaan jalan.
  • Melaksanakan pekerjaan jalan, antara lain:
  • Mengoptimalkan penggunaan bahan, tenaga kerja, dan peralatan.
  • Memeriksa pelaksanaan pekerjaan jalan.
  • Menginstruksikan perbaikan hasil pekerjaan jalan.
  • Membuat laporan pelaksanaan pekerjaan jalan, antara lain:
  • Menghitung volume hasil pekerjaan harian.
  • Membuat laporan tentang jumlah penggunaan peralatan, bahan, dan tenaga kerja harian.
  • Mencatat kondisi cuaca.
  • Mencatat hambatan non-teknis di lapangan.
  • Membuat laporan hasil pelaksanaan pekerjaan.

Skil yang Dibutuhkan Untuk Menjadi Pelaksana Proyek

  • Memiliki hubungan baik dengan banyak subkontraktor dan supplier barang tertentu sangat penting dan harus dimiliki oleh seorang kontraktor. Hal ini akan memberikan keuntungan dalam kelancaran pelaksanaan pekerjaan dalam membangun rumah atau bangunan fisik lainnya.
  • Hubungan yang baik antara ketiganya akan berdampak positif seperti penerimaan material pembangunan yang tepat waktu, pelayanan jasa yang memuaskan, serta mendapatkan harga beli material yang lebih murah dari harga standar di luar.
  • Selain itu, seorang kontraktor harus memiliki pengalaman kerja yang mempuni dalam bidang kontraktor atau sejenisnya. Hal ini akan memberikan kepercayaan dari owner sebagai pemilik rumah bahkan pihak ketiga yang memberikan pekerjaan. Proses pelaksanaan pekerjaan serta hasil akhir yang baik merupakan promosi terbaik dalam melaksanakan bisnis jasa konstruksi.
  • Seorang kontraktor juga harus mampu membangun hubungan baik dengan pelanggan melalui pendekatan dan komunikasi yang baik. Keterlambatan penyelesaian pekerjaan dan pembengkakan biaya karena kesalahan pekerjaan atau pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan dapat dihindari.
  • Terakhir, seorang kontraktor professional juga harus mampu dalam mempelajari dan mengerti maksud dari gambar rencana kerja yang ada. Setelah melakukan pengkajian dan pengamatan gambar, langkah selanjutnya yang harus dilakukan kontraktor adalah membuat daftar pekerjaan yang harus atau akan dilaksanakan. Proses ini akan masuk dalam pengajuan penawaran harga satuan pekerjaan serta perhitungan rencana atau biaya (RAB).
Baca juga:  Pentingnya Lakukan Inspeksi Scaffolding untuk Keselamatan

Penutup

Dalam kesimpulannya, tugas pelaksana proyek sangatlah krusial untuk menjamin keberhasilan proyek secara keseluruhan. Mereka bertanggung jawab untuk menjalankan rencana proyek dengan baik dan mengatasi setiap tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya.

Keberhasilan proyek bergantung pada kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh para pelaksana, oleh karena itu penting bagi mereka untuk memahami tanggung jawabnya dengan baik dan melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh.

Dengan demikian, proyek dapat diselesaikan sesuai target dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sebagai pelaksana proyek, Anda memiliki peran penting dalam memastikan kesuksesan proyek tersebut. Semoga artikel dari qilat.id bermanfaat.

Qilat.id
Kiky

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Tugas Pelaksana Proyek : Peran Penting Keberhasilan Proyek yang dipublish pada April 13, 2024 di website Qilat.id

Artikel Terkait

Leave a Comment