Macam-Macam Sambungan Pipa Besi

Macam-Macam Sambungan Pipa Besi : Jenis & Pemasangan

Qilat.id – Macam-Macam Sambungan Pipa Besi : Jenis & Pemasangan. Pipa besi adalah salah satu material yang sering digunakan dalam sistem perpipaan. Namun, untuk menghubungkan pipa besi agar dapat membentuk sistem perpipaan yang solid, diperlukan sambungan pipa besi yang baik dan kuat.

Ada berbagai jenis sambungan pipa besi yang tersedia, dan masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan yang berbeda.

Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai macam-macam sambungan pipa besi yang umum digunakan, sehingga dapat membantu Anda memilih sambungan pipa besi yang tepat untuk proyek Anda.

Macam-Macam Sambungan Pipa Besi

Dengan memilih jenis sambungan yang tepat, kalian dapat membangun sistem instalasi pipa yang rapi dan mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Ada banyak jenis sambungan pipa yang dapat Anda temukan di pasaran.

Dari sekian banyak, berikut ini adalah beberapa tipe fitting yang paling sering digunakan untuk proses instalasi perpipaan secara umum:

1. Socket

Jenis sambungan pipa yang pertama adalah soket. Kegunaannya adalah untuk menyambungkan dua pipa yang berukuran sama. Sambungan soket bisa ditemukan dalam dua jenis, yaitu soket polos dan soket drat. Perbedaan mencolok antara keduanya terletak pada keberadaan ulir di bagian ujung sambungan.

Selanjutnya, soket drat terbagi menjadi beberapa jenis. Anda dapat menemukan soket drat yang memiliki ulir di bagian luar kedua atau bagian dalam ujungnya. Selain itu, ada juga soket drat yang disebut valve soket, dengan salah satu ujung memiliki ulir pada bagian luar.

Soket biasanya digunakan untuk menyambung pipa, dengan tujuan untuk memperpanjang pipa dengan menyambung lurus satu pipa dengan pipa yang lain. Jenis aksesoris ini biasanya digunakan untuk dua jenis pipa dengan diameter yang sama, dengan ulir yang berada di bagian dalam.

Soket dapat dibagi menjadi beberapa jenis lagi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan mulai dari soket drat luar, soket drat dalam, dan masih banyak lagi.

2. Elbow

Sambungan yang selanjutnya disebut elbow. Ciri khas sambungan ini adalah bentuknya yang seperti huruf L. Pemakaiannya digunakan ketika ingin menyambung pipa dengan disertai siku. Anda dapat menemukan sambungan elbow yang memiliki sudut 90 derajat dan 45 derajat.

Berbeda dengan soket, aksesoris ini berfungsi untuk membelokkan aliran dengan ulir di bagian dalam. Elbow juga memiliki banyak jenis mulai dari Elbow dengan dimensi derajat yang berbeda, elbow 90 derajat, elbow 45 derajat, bahkan juga dikombinasikan dengan elbow dengan drat luar atau drat dalam, semuanya tergantung jenis pipa dan kebutuhan pelanggan.

Baca juga:  Cara Membuat Tiang Tandon Air dan Pemasangannya

3. Reducer/Increaser

Jika soket berguna untuk menyambung dua pipa berukuran sama, hal yang berbeda terjadi dengan reducer/increaser. Fungsinya mirip, hanya saja sambungan ini digunakan untuk menghubungkan dua pipa dengan ukuran yang berbeda.

Sebagai tambahan, ada juga reducer/increaser elbow yang dapat digunakan untuk menyambung pipa dengan ukuran yang berbeda sekaligus membelokkannya. Reducer biasanya digunakan untuk menyambung dua pipa dengan diameter yang berbeda.

Reducer terbagi menjadi dua jenis, yaitu Reducer Elbow yang berfungsi untuk membelokkan aliran dan Reducer Soket yang berfungsi untuk memperpanjang pipa dengan sambungan pipa lurus.

4. Tee

Jika ingin membagi aliran air menjadi dua saluran, jenis sambungan yang bisa digunakan adalah tee stok. Sambungan ini memiliki ciri khas pada bentuknya yang sangat mirip dengan huruf T. Kalian dapat menemukan tee stok yang berguna untuk menyambung pipa dengan ukuran sama atau berbeda. Selain itu, ada juga pilihan tee stok yang dilengkapi dengan ulir di bagian dalam.

Selain untuk membelokkan, aksesoris pipa juga dapat bekerja dengan membagi aliran menjadi dua arah. Seperti namanya “T”, bentuk aliran yang dihasilkan berawal dari pipa lurus yang dibelokkan ke kiri dan ke kanan.

Tee pada umumnya berbentuk T namun ada beberapa kasus Tee dapat berbentuk Y, banyak orang yang menyebutnya Y-Branch, begitu juga dengan T dengan ujung yang menyempit, sering disebut Tee With Reducer, di mana ujung kanan-kiri sama namun bagian tengah Tee menyempit/mengecil.

5. Cap

Ada banyak istilah yang digunakan untuk menggambarkan fitting ini, seperti cap, plug, clean out, namun fungsi mereka semua sama, yaitu untuk menutup saluran pipa pada ujung pipa yang tidak terhubung lagi. Banyak kontraktor memilih untuk menutup ujung pipa dengan kran air agar ujung pipa tetap dapat digunakan dan bermanfaat.

Namun, jika suatu waktu perlu ditutup, maka cap, plug, dan clean out adalah jawabannya. Cap adalah penutup yang paling sederhana dibandingkan dengan yang lainnya. Cap menutup rapat dan bersifat permanen sehingga tidak dapat dibuka kembali.

Plug adalah penutup yang sangat rapat dan menggunakan sistem ulir/drat. Sedangkan clean out adalah penutup yang dapat dibuka dan ditutup kembali sesuai dengan kebutuhan.

Nama Nama Sambungan Pipa Besi

Saat ini terdapat macam-macam sambungan pipa besi yang dikenal dalam dunia konstruksi dan masing-masing memiliki peruntukannya sendiri. Apa saja nama-nama sambungan tersebut? Mari simak penjelasannya di bawah ini:

Baca juga:  Konstruksi Gudang Sederhana : Solusi Terbaik Untuk Penyimpanan

1. Las

Salah satu istilah macam-macam sambungan pipa besi adalah las, yaitu penyambungan dua pipa dengan menggunakan teknik pengelasan sehingga menjadi satu.

Las merupakan nama sambungan pipa besi yang pertama dan sudah sangat dikenal serta banyak digunakan pada bangunan hunian maupun jenis bangunan lainnya. Kemampuan pengelasan dalam mengatasi permasalahan kebocoran sangat andal dan dapat dikontrol kualitasnya menggunakan radiography. Namun, kekurangan dari sambungan las adalah dapat mempengaruhi aliran fluida di dalamnya karena adanya bekas pengelasan di bagian dalam yang sulit dikontrol dan dibersihkan. Sambungan las biasanya digunakan untuk sistem perpipaan dan tidak dipakai pada pendistribusian air bersih karena rentan terkontaminasi logam hasil pengelasan.

2. Ulir

Sambungan pipa besi berikutnya adalah ulir yang penggunaannya sama seperti pipa ledeng. Perekatan dua pipa menggunakan teknik ulir unggul digunakan pada area rawan kebakaran. Oleh karena itu, ketika terjadi kebocoran atau masalah perpipaan pada area rawan kebakaran, teknik ulir digunakan sebagai pengganti teknik las. Dengan demikian, teknik ulir dapat mengurangi risiko kebakaran.

Namun, kelemahan dari sambungan ulir adalah apabila penutup yang digunakan buruk kualitasnya, maka sambungan ini mudah bocor. Selain itu, sambungan ulir tidak cocok untuk pemakaian korosif dan dapat mempengaruhi ketebalan pipa sehingga dapat mengurangi ketebalan pipa.

3. Socket

Sambungan pipa besi selanjutnya adalah socket yang digunakan untuk menyambungkan dua bagian pipa dengan ukuran yang berbeda, misalnya ukuran diameter yang lebih kecil ke yang lebih besar. Penggunaan teknik ini dapat menjamin kebersihan di bagian dalam pipa di mana fluida atau gas mengalir, karena tidak adanya material pengganggu yang muncul selama proses penyambungan.

Namun, kelemahan dari sambungan socket adalah kemungkinan tercipta celah pada bagian ujung sambungan sehingga dapat menciptakan korosi. Ketika korosi sudah terjadi, maka sambungan pipa rentan mengalami kebocoran sehingga harus diperhatikan dan diperiksa secara berkala.

4. Flange

Sambungan pipa besi berikutnya adalah flange yang menggunakan teknik penghubung. Bagian ujung yang disatukan akan diberikan alat bantu seperti baut sehingga dapat dibongkar pasang dengan mekanisme pengencangan. Teknik ini aman dan mudah diaplikasikan, namun memerlukan perawatan dan pemeliharaan berkala.

Pengecekan kekencangan penghubung sangat penting, karena jika ada baut yang longgar dapat menyebabkan kebocoran. Setidaknya, pengecekan berkala harus dilakukan setiap bulan atau beberapa bulan sekali pada bagian yang disambungkan, kemudian dilakukan pengencangan pada baut apabila ditemukan baut yang longgar dalam instalasi.

Baca juga:  Pembesian Plat Lantai 2 Lapis : Keuntungan & Kerugian

Teknik flange dapat diterapkan pada pipa-pipa untuk air atau gas. Biasanya, teknik ini digunakan pada pipa-pipa berdiameter besar dan untuk mengalirkan air PAM ke tempat-tempat yang jauh.

5. Buttress End

Sambungan pipa besi selanjutnya adalah buttress end, teknik ini biasanya digunakan pada material non-metal dan memanfaatkan flange, tanpa ditambahkan teknik pengelasan. Penggunaan material non-metal dilakukan untuk menahan sifat korosif fluida di bagian dalam dan memperpanjang umur sambungan.

Namun, karena menggunakan material non-metal, ada kemungkinan sambungan tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama sehingga harus diperhatikan perawatan, pemeliharaan, serta dilakukan penggantian berkala.

6. Spigot

Sambungan pipa besi terakhir adalah spigot, yang berarti memasukkan bagian ujung pipa ke dalam pipa lainnya. Biasanya terlihat galian di bagian ujung kanan dan kiri yang menjadi ciri khas teknik spigot.

Teknik ini cocok digunakan untuk mengalirkan air dengan tekanan kuat di bagian luar ruangan. Bahkan ketika sambungannya tidak lurus, teknik ini tetap bisa memaksimalkan kekuatan penyambungan antara kedua ujung.

Namun, tingkat toleransinya hanya mencapai 10 derajat saja. Apabila lebih dari itu, teknik ini tidak akan bisa menahan kuatnya aliran air. Oleh karena itu, penggunaannya sebaiknya hanya untuk media lurus sehingga dapat efektif dan efisien.

Kelemahan lainnya adalah teknik ini hanya mampu menahan tekanan rendah saja dan tidak cocok untuk aliran air yang kuat.

Sambungan pipa di bangunan, terutama pada tipe gedung atau bangunan yang luas dan tinggi, menjadi hal yang penting diperhatikan. Hal ini karena akan berpengaruh pada aliran fluida, gas, maupun air yang digunakan di dalam bangunan tersebut.

Penutup

Dalam dunia konstruksi, pemilihan sambungan pipa besi yang tepat sangatlah penting untuk memastikan keamanan dan kehandalan sistem instalasi perpipaan. Dari berbagai jenis sambungan pipa besi yang ada, mulai dari las, ulir, socket, flange, buttres end, hingga spigot, setiap jenis memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing yang harus diperhatikan.

Pemilihan jenis sambungan pipa besi yang tepat dapat mempengaruhi kualitas aliran fluida, gas, maupun air dalam sebuah bangunan atau sistem pipa. Oleh karena itu, sebelum melakukan instalasi perpipaan, pastikan untuk memilih sambungan pipa yang sesuai dengan kebutuhan dan memperhatikan faktor-faktor keamanan, kualitas, serta keandalan sistem instalasi perpipaan.

Semoga informasi mengenai macam-macam sambungan pipa besi dari qilat.id bermanfaat bagi pembaca.

Qilat.id
Kiky

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Macam-Macam Sambungan Pipa Besi : Jenis & Pemasangan yang dipublish pada April 13, 2024 di website Qilat.id

Artikel Terkait

Leave a Comment