perbedaan struktur dan konstruksi bangunan

Apa Perbedaan Struktur dan Konstruksi Bangunan ? Yuk Pelajari

Qilat.id – Apa Perbedaan Struktur dan Konstruksi Bangunan ? Yuk Pelajari. Struktur dan konstruksi bangunan adalah dua aspek penting dalam pembangunan gedung dan bangunan. Kedua hal ini saling terkait dan memiliki perbedaan yang signifikan.

Struktur bangunan merujuk pada elemen-elemen fisik yang membentuk bangunan, seperti tiang, balok, dinding, dan atap. Struktur bangunan harus dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menahan beban yang diberikan kepadanya. Dalam pembangunan bangunan, struktur harus dirancang sedemikian rupa sehingga aman dan kokoh, serta memenuhi standar keamanan bangunan.

Sementara itu, konstruksi bangunan merujuk pada proses pembangunan dan teknik yang digunakan dalam membangun struktur bangunan tersebut. Konstruksi bangunan melibatkan proses pembuatan dan pemasangan struktur bangunan, seperti penggilingan dan pemotongan bahan bangunan, pengelasan, dan pemasangan struktur baja.

Perbedaan utama antara struktur dan konstruksi bangunan adalah bahwa struktur berkaitan dengan elemen fisik yang membentuk bangunan, sedangkan konstruksi berkaitan dengan proses dan teknik yang digunakan dalam membangun struktur tersebut. Dalam pembangunan bangunan, keduanya harus diperhatikan dengan seksama agar bangunan yang dibangun aman, kokoh, dan sesuai dengan standar keamanan bangunan yang berlaku.

Apa yang dimaksud dengan Struktur Bangunan?

Sebelum mengetahui perbedaan struktur dan konstruksi, yang pertama kalian harus mengetahui apa itu struktur. Definisi struktur adalah elemen-elemen fisik yang membentuk suatu bangunan, seperti fondasi, sloof, dinding, kolom, atap, dan lain sebagainya. Setiap bagian struktur bangunan tersebut memiliki fungsinya sendiri-sendiri.

Tiap bagian tersebut saling berhubungan satu sama lain untuk menahan beban bangunan, sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh.

Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa bangunan tersebut kokoh dan dapat berdiri dengan baik.

Bagian Struktur Bangunan

Struktur bangunan terdiri dari tiga jenis yaitu struktur bagian bawah, bagian tengah, dan bagian atas. Untuk penjelasan lebih lengkapnya, simak di bawah ini:

1. Struktur Bawah Bangunan

Struktur bagian bawah bangunan terdiri dari komponen-komponen bangunan yang berada di bawah permukaan tanah. Beberapa contoh dari jenis struktur bangunan ini adalah fondasi, sloof, basement, dan lain-lain.

Baca juga:  Renovasi Rumah Lama Menjadi Keren & Modern

2. Struktur Tengah Bangunan

Setelah kita membahas struktur bagian bawah pada bangunan sebelumnya, selanjutnya terdapat juga struktur bagian tengah pada bangunan. Bagian struktur bangunan ini terletak tepat di atas permukaan tanah dan di bawah atap. Contohnya adalah dinding, kolom, dan bagian lainnya.

3. Struktur Atas Bangunan

Untuk struktur bagian atas ini berfungsi sebagai penopang atap dan memiliki bentuk yang memanjang ke atas. Contoh dari bagian atas ini antara lain balok, kerangka, dan lain-lain.

Jenis – Jenis Struktur Bangunan

Terdapat cara lain untuk membedakan antara perbedaan struktur dan konstruksi  bangunan selain berdasarkan bagiannya, yaitu berdasarkan material yang digunakan untuk pembentukannya. Beberapa jenis struktur bangunan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Struktur kayu
  • Struktur baja
  • Struktur beton

Apa yang Dimaksud Dengan Konstruksi?

Sebelum mengetahui perbedaan struktur dan konstruksi, yang pertama kalian harus mengetahui apa itu konstruksi. Konstruksi adalah gabungan dari elemen struktur dan non-struktur. Konstruksi bangunan dapat dianggap sebagai suatu objek bangunan secara keseluruhan yang terbentuk atas satu kesatuan dari struktur yang ada.

Definisi lain dari konstruksi adalah aktivitas membangun sarana dan prasarana agar dapat digunakan untuk tujuan tertentu.

Proses konstruksi di lapangan biasanya melibatkan buruh bangunan, tukang, dan ahli bangunan yang mendapat pengawasan langsung dari mandor proyek yang sedang berlangsung.

Beberapa jenis konstruksi yang sering ditemukan adalah konstruksi rumah, gedung, jembatan, jalan raya, dan lain-lain.

Jenis Konstruksi Bangunan

Ada empat jenis konstruksi di dalam bangunan, yaitu konstruksi gedung, transportasi, air, dan konstruksi khusus. Berikut adalah penjelasan untuk masing-masing jenis konstruksi tersebut.

  • Konstruksi gedung digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan mencakup rumah, apartemen, hotel, kantor, dan sejenisnya.
  • Konstruksi transportasi adalah konstruksi yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum, seperti jembatan, jalan raya, stasiun, bandara, dan lain-lain.
  • Konstruksi air dibuat untuk mengelola air di atas tanah, seperti bendungan, irigasi, waduk, drainase, got, gorong-gorong, dan sejenisnya.
  • Konstruksi khusus adalah konstruksi bangunan yang dibuat untuk tujuan khusus, seperti menara jaringan listrik, menara jaringan radio, menara pemancar televisi, dan sejenisnya.

Komponen Struktur Bangunan

Setelah memahami  perbedaan struktur dan konstruksi bangunan, selanjutnya kita akan belajar tentang komponen yang ada pada setiap struktur. Komponen-komponen ini saling berkaitan membentuk elemen bangunan. Berikut adalah beberapa komponen yang dimulai dari struktur atas hingga struktur bawah.

  1. Kolom
    Kolom dapat diibaratkan sebagai kerangka manusia. Jika ada bagian yang rusak, maka akan mempengaruhi seluruh ketahanan tubuh. Fungsi kolom sangat penting sebagai penerus beban langsung ke pondasi. Kolom mempertahankan bangunan dari angin kencang, beban dalam bangunan seperti manusia dan barang-barang, serta pengokoh bangunan agar tidak mudah roboh. Struktur kolom yang kuat menggunakan bahan besi dan beton yang dapat menahan tarikan dan dorongan.
  2. Balok
    Balok diletakkan dalam posisi tidur jika kolom digunakan dalam posisi vertikal ke atas. Balok merupakan penguat horizontal yang berfungsi sebagai dudukan lantai dan pengikat kolom lantai atas.
  3. Atap
    Bagian paling atas bangunan ini wajib ada sebagai pelindung penghuninya. Pembuatan atap biasanya disesuaikan dengan daerah tempat tinggal. Pembuatan atap harus merencanakan beberapa hal seperti luas area yang harus diberi atap, bentuk dan konstruksi yang diinginkan, serta lapisan penutupnya. Di area atap terdapat rangka atap dan penopang rangka atap. Rangka ini berfungsi sebagai penahan beban dari bahan penutup (atap). Bagian yang digunakan untuk penopang rangka atap adalah balok kayu atau baja.
  4. Plat Lantai
    Plat lantai atau lantai tingkat biasanya tidak berada di atas tanah langsung. Plat lantai disusun dari balok-balok yang bertumpu pada kolom struktur bangunan. Bahan plat lantai beragam mulai dari kayu, beton, dan kayu semen. Sistem plat lantai terdiri dari dua jenis, yaitu plat satu sistem dan plat dua arah.
  5. Tangga
    Tangga merupakan penghubung antara lantai satu dengan lainnya. Tangga biasanya terdiri dari komponen berupa plat, borders, dan anak tangga. Tangga juga memiliki beberapa tipe yakni tangga membentang horizontal, tangga spiral, tangga melayang, dan tangga terjepit sebelah yang bertumpuk pada balok tengah.
  6. Pondasi
    Pondasi adalah bagian yang langsung bertumpu dengan tanah dan menjadi penyangga struktur bangunan di atasnya. Pondasi dibuat untuk menahan gempa, tekanan angin, dan kegiatan metafisik lain yang dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan. Pondasi terbagi menjadi tiga jenis, yaitu pondasi dalam, pondasi dangkal, dan sumuran.
  7. Galian Tanah
    Galian tanah akan terhubung langsung dengan bagian-bagian penting di tanah, seperti bekas pondasi bangunan lama dan akar-akar pohon. Jika terdapat saluran air, pipa pembuangan, kabel listrik, telepon di dalam galian, sebaiknya dilaporkan pada pihak yang berwenang secepatnya. Pengerjaan bagian ini umumnya diserahkan ke kontraktor karena segala kerusakan yang terjadi pada pengerjaan galian tanah sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor.
  8. Struktur Basement
    Komponen ini biasanya digunakan pada lahan yang terbatas. Sangat penting untuk merencanakan beban dan metode galian agar menghindari masalah yang muncul selama pelaksanaan pembuatan, seperti penurunan permukaan tanah.
Baca juga:  4 Cara Menghitung Kebutuhan Pasir : Bahan Bangunan

Apa Perbedaan Struktur dan konstruksi?

Perbedaan struktur dan konstruksi dalam kehidupan sehari-hari, kata “konstruksi” sering disamakan dengan kata “struktur” seperti struktur kayu dengan konstruksi kayu, struktur baja dengan konstruksi baja, dan lain-lain.

Kata “struktur” berarti susunan dari beberapa elemen (benda) yang membentuk suatu kesatuan yang utuh. Jadi, kata “struktur” berarti benda, sedangkan kata “konstruksi” berarti teknik atau cara membuat (rekayasa).

  • Bangunan dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu:
  • Bangunan Gedung, seperti kantor, rumah sakit, hotel, dan rumah.
  • Bangunan Transportasi, seperti jalan, jembatan, rel kereta api, terminal, pelabuhan, dan lapangan terbang.
  • Bangunan Air, seperti bendungan, saluran irigasi, saluran drainase, bangunan bagi, gorong-gorong, dan sejenisnya.
  • Bangunan Khusus, seperti anjungan lepas pantai, menara jaringan listrik tegangan tinggi, menara pemancar radio, TV, dan sebagainya.

Secara umum, konstruksi bangunan harus memenuhi lima syarat, yaitu:

  • Kuat dan awet, dalam arti tidak mudah rusak sehingga biaya pemeliharaan menjadi relatif murah.
  • Fungsional, dalam arti bentuk, ukuran, dan organisasi ruangan memenuhi kebutuhan sesuai dengan fungsinya.
  • Indah, dalam arti bentuknya enak dipandang mata.
  • Hygienis, dalam arti sirkulasi udara dan cahayanya cukup sehingga penghuninya merasa nyaman dan sehat.
  • Ekonomis, dalam arti tidak terdapat pemborosan sehingga pembiayaan menjadi relatif efisien dan efektif.

Baca juga :

Penutup

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa meskipun sering disamakan, perbedaan struktur dan konstruksi tetap ada. Struktur bangunan merujuk pada susunan elemen-elemen benda yang membentuk kesatuan utuh, sedangkan konstruksi bangunan merujuk pada teknik atau cara membuatnya.

Selain itu, terdapat pula perbedaan dalam jenis-jenis konstruksi bangunan, seperti konstruksi gedung, transportasi, air, dan khusus. Dalam membangun suatu bangunan, penting untuk memperhatikan syarat-syarat konstruksi agar bangunan tersebut kuat, fungsional, indah, hygienis, dan ekonomis.

Baca juga:  Pembesian Plat Lantai 2 Lapis : Keuntungan & Kerugian

Oleh karena itu, memahami perbedaan struktur dan konstruksi bangunan menjadi hal yang penting dalam proses pembangunan suatu bangunan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Qilat.id
Kiky

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Apa Perbedaan Struktur dan Konstruksi Bangunan ? Yuk Pelajari yang dipublish pada June 11, 2024 di website Qilat.id

Artikel Terkait

Leave a Comment